Pengalaman Ikut CPNS 2018

Waktu itu saya sangat yakin kalau saya lulus ujian.

Selayaknya ujian, kesiapan dan konstrasi sangat diperlukan untuk menghadapinya.

Apa yang terjadi, ditengah ujian tangan saya kaku. Saya mulai cemas ketika cewek disamping saya yang baru saja saya kenal sudah mengerjakan 80 soal  sedangkan saya baru 30 soal.

Saya mulai panik. Setelah mulai menyelesaikan soal-soal dari Tes Wawasan Kenegaraan (TWK). Saya mulai gelisah liat soal Tes Intelegensi Umum (TIU) dikarenakan amat sangat beda dengan point-point soal yang telah saya pelajari. Seketika saya langsung ambil tindakan untuk mengerjakan Tes Karakter Pribadi (TKP). Saya mulai langkau soal-soal TIU dan langsung menuju nomor 70 (kalau gak salah sih ini). Di tes ini yaitu TKP saya juga banyak menghabiskan waktu. Ya karna akibat panjangnya pertanyaan dan pilihan jawaban yang bervariasi. Jadi lumayan menghabiskan waktu untuk menjawab dengan bijak dari pilihan jawaban yang hampir semuanya memenuhi kriteria pertanyaan. Pada akhirnya pun jawaban yang paling panjang yang saya pilih :).

Hingga waktu habis. Setelah selesai semua soal. Langsung dalam aplikasi CAT menentukan apakah saya lulus atau tidak lulusnya passing grade yang sudah ditentukan pemerintah. Saya tidak LULUS.

Nilah yang kurang dari ujian tersebut juga langsung dapat diketahui oleh peserta. Saya tidak lulus di Tes Integensi Umum. Lah menunjukkan saya emang kurang dalam bidang hitung-hitungan. Lalu pulang. Selesai.

Begitulah pengalaman pertama ikut Tes CPNS dengan menggunakan Computer Asissted Test. Namun yang dapat saya ambil hikmahnya.

Persiapan itu penting
Persiapan bukan hanya tentang materi yang kita kuasai namun juga persiapan fisik dan mental. Waktu itu saya emang gak tidur sampai pagi sedangkan ujianya dimulai sekitar jam 9 pagi. Jadi lumayan lama nunggu di depan.

Jangan Menoleh
Saya belum tau ya gimana caranya bisa atau tidaknya contek di tes CPNS tapi dengan waktu ujian 90 menit dan 100 soal sangat sedikit waktu untuk bisa tanya-tanya kesebelah untuk mendapatkan jawabanya. Nah untuk yang kerjakan sendiri yang jangan melirik kanan kiri kerjakan saja. Intinya fokus.

Jangan Lupa berdoa sebelum Ujian.
Ini ya persiapan paling penting. Karna saya tidak lulus tes cpns tahun 2018 kemarin ya saya menerima saja.

XOXOXOXO

Yang Bikin Susah Tidur

Hoamm!!!!

Jaman sekarang diperlukan pola hidup baik untuk menjaga badan tetap bugar. Salah satu caranya yaitu istirahat yang cukup alias tidur lebih awal untuk menemui pagi yang indah :) Kebanyakan kita terutama saya bahkan sulit tidur lebih awal. Akibatnya bangunpun kesiangan dan bahkan sampai telat berangkat kerja. Sungguh merugikan bukan?

Kira-kira kalian tau apa yang bikin kita susah banget tidur bahkan sampai insomnia??

Ya gadget adalah jawabannya. Kenapa Gedget? Why Gadget? gadget gak salah apa2kan. Bahkan Gadget gak nyuruh kita untuk mainkan dia. Iya iya bukan gedget. Tapi isi dalamnya. Ya isi dalamnya  aplikasi yang terhubung dengan jaringan internet yaitu media sosial. Sebutlah media sosial yang sangat diminati jaman sekarang yang isinya simple hanya ada gambar dan video dengan bingkai deskripsi dibawahnya. Kalian semua sudah pasti tahukaan? Instagram.

Oke. Jawabanya sekarang kita ubah yang bikin kita insomnia atau susah tidur yaitu media sosial. Mengapa media sosial bikin kita sulit tidur. Saya baca dari sumber2 di internet kalau radiasi sinar biru dapat menyebabkan hormon melatonin gagal diproduksi. Karna sebelum tidur hormon melatonin akan diproduksi otak sebelum tidur.

Apa itu melatonin?

Hahaha

Saya juga mangguk mangguk aja pas baca artikel itu di internet.

Tapi ada yang menjelaskan secara sederhana. Sinar yang terpaparkan sewaktu malam atau ketika beranjak tidur menimbulkan efek yang seolah-olah otak beranggapan bahwa kondisi kita masih segar.

Masih segar seperti sinar matahari pagi. Makanya ketika melihat hape sewaktu malam bikin kita sulit tidur lebih awal bahkan menimbulkan insomnia.

Oke itu sedikit penjelasan artikel yang ada diinternet.

Pengalman pribadi saya.ketika berselancar di media sosial membuat saya tidak bisa tidur. Karena saya sedang main hape bukan bukan sedang tidur. hehe.

Menurut saya mengapa saya betah harus memandang layar hape di malam hari dikarenakan konten yang saya temui itu masih baru alias masih aneh dipikiran saya dan bikin saya penasaran. Belum lagi emosialan yang tak terduga-duga yang saya dapati seperti tertawa, kaget, bahkan sampai meneteskan air mata. Hehe

Dengan mendapati konten-konten yang baru buat mata saya jadi segar hingga tidak sadar kalau lah jam sudah menujukkan jam 3 pagi.


Tipsnya.

Satu. Letakkan gadget jauh-jauh.

Dua. Padamkan Lampu Kamar.

Tiga. Pejamkan mata.

kamu punya cerita tentang "ternyata bungkus lebih enak dari pada isinya" ? ketipu iklan

Secara bungkus tidak bisa dimakan. Namun dengan bungkus kita dapat menilai enak atau tidak enaknya. Setelah mencoba kita merasa tertipu. Belum tentu juga kita tertipu bisa jadi kita tidak tau aturannya. Karena bungkus juga penting untuk menikmati isinya. Seperti makan mie remes. Caranya harus melalui tahap per tahap. Pertama-tama taburi bumbu yang ada dalam kemasan, setelah itu di remas-remas, lalu di goyang-goyang ke kiri dan ke kanan, keatas dan kebawah tujuannya untuk meratakan bumbu yang sudah ditaburi baru setelah itu kita dapat menikmatinya.

Bukan karena tertipu bisa jadi kita tidak tau aturannya. :D

Ini pertanyaan di ask.fm dan saya copy lagi disini.

https://ask.fm/agussuparwanta

Pecundang


Aku PECUNDANG

Beraninya cuma berdebat~
Bisanya cuma cemburu~
Bisanya cuma mengemis dicintai~
Bisanya cuma galau~


Selalu ingin ditemani~

Selalu bosan kala sendiri~
Wajar jika aku ditinggalkan~
Namun perjuangan tak pernah berakhir sia-sia~
Selalu Ada hikmah~
Dunia akan selalu baik dan akan tetap membaik~
Sungguh melepaskan adalah awal kehidupan sebagaimana ibu melahirkan bayi~

IPK Tidak Menentukan Kesuksesan Seseorang

Sungguh sia-sia yang mengejar IPK


Ada yang bilang IPK bukan menentukan Kesuksesan seseorang.

Kembali ke mahasiswanya lagi. Ada beberapa tipe mahasiswa. Mahasiswa yang berpikir IPK bukanlah segalanya. Sebagaian lagi biasa aja. Sebagian lagi yang memilih prestasi akademi.

Sudah pasti mereka yang memilih prestasi dalam bidang akademi tidak masuk dalam tipe mahasiswa dengan ciri-ciri sebelumnya. Mahasiswa yang mempunyai IPK tinggi bahkan sampai perfect 4,00 mempunyai jiwa kompetisi yang tinggi. Menjadi yang terdepan. Bukan berarti mereka dengan ciri-ciri "IPK bukanlah segalanya" adalah orang yang tidak memiliki jiwa kompetisi yang tinggi. Namun mereka memilih kompetisi diluar akademi. Mereka lebih memilih kegiatan-kegiatan yang ada diluar. Sehingga mereka tidak terlalu memperdulikan nilai akademik.

Ciri-ciri "IPK bukanlah segalanya" sudah tau akan batas kemampuannya. Makanya mereka memilih kegiatan yang sesuai "Passion" mereka. Seperti ikut kompetisi solo vokal, band, seni tari, menulis bahkan bisnis. Mereka berhasil dalam bidangnya masing-masing.

Keberhasilan seseorang akan ditentukan oleh orang itu sendiri. Bukan orang lain yang menentukan. Bukankah begitu.

Namun ini yang saya rasakan saat wisuda. Mereka yang punya nilai tinggi atau cumlaude dipanggil satu persatu untuk maju kedepan dan diberi penghargaan. Itu adalah bentuk apresiasi karena telah bekerja keras untuk mendapatkan hasil yang memuaskan. 

Jadi bentuk kesuksesan seseorang memanglah bukan dari IPK. Namun IPK dapat menjadi patokan dalam kerja keras seseorang.

Skripsi Tak Pakai Perasaan

Akhirnya Skripsi? (http://afandi.web.id/)


Para "pengejar toga" pasti akan selalu dihantui dengan "kapan wisuda?". Mau itu orang tua, kakak, adik, satpam, mbak-mbak yang jualan nasi padang pasti nanyak hal semacam ini. Namun ketegaran yang menemani para pejoeang skripsi. Sedangkan satu persatu teman seangkatan pergi meninggalkan kampus. Bagi yang masih dikampus, itu bisa disebabkan tiga hal, capaian sks kurang, skripsi tertunda dan cuti.

Beginilah yang dialami Andi karena gagal wisuda tahun ini.

Andi gelisah ketika jadwal sidang skripsi tidak mencantukan namanya dalam daftar itu.Tak lama kemudian dosen pembimbing Andi menelpon andi untuk menemuinya segera.

"Andi, Kamu tau salah kamu apa?"

Andi diam.

"kamu ini... Berani-beraninya ngambil skripsi tapi belum ngambil kalkulus (matakuliah prasayarat)"

"Perasaan saya sudah pak"

"Sudah apanya,
Itulah kesalahan kamu.... kamu pakai perasaan"

Belakangan diketahui kalau Andi memang pernah ikut kelas kalkulus tapi itu tanpa regis mata kuliah tersebut. Andipun harus menunda sidang skripsinya dan mengambil mata kuliah kalkulus.

Namun apa yang terjadi jika perasaan tak pakai skripsi?

Walaupun kamu bukan penikmat kopi tapi kamu perlu tahu cara bikin kopi yang nyaman.

Pernahkan jadi pelayan yaitu disuruh bikinin kopi untuk tamu di rumah. Apalagi yang jadi tamunya adalah bapak-bapak yang udah menahun jadi penikmat kopi. Pastinya beliau tau cara membedakan kopi yang menurutnya enak atau nyaman.

Apalagi beliau itu adalah calon mertua, bisa jadi ini point pertimbangan persetujuan kamu sama anaknya. Pasti kamu gak maukan jadi bimbang cuma karna kopinya gak sesuai sama lidah calon mertua. Ngahaha

Hal ini tentunya sangat penting agar kita dapat memberikan keramahan pada tamu.

yang kita bahas disini adalah kopi hitam bukan jenis kopi dengan variasi racikan ala barista. Seperti expreso, coffee late, Mocca dan lain-lainnya.

Berikut cara pembuatanya.

Airnya Benar-Benar Panas
Pada dasarnya kenikmatan kopi memang terletaka pada air yang benar-benar panas. Agar bubuk kopinya dapat larut dengan sempurna.

Gula untuk penambah rasa
Biasanya, Ukuran gula jangan terlalu banyak dan jangan terlalu dikit. Pada dasarnya orang-orang diluar sana minum kopi memang tanpa gula. Tapi untuk coba-coba belajar minum kopi tanpa gula jangan coba-coba dirumah.

Itu baru teorinya sedangkan prakteknya :

masukan kopi kedalam gelas setelah itu masukan air panasnya lalu aduk. Hingga bubuk kopi dapat terlarut setalah itu baru masukkan gula. lalu aduk.

Kopi dan gula sengaja dipisahkan karena jika disatukan gula menyerap panasnya air sehingga bubuk kopi tidak larut semua dalam air panas tersebut.

Jika dibandingkan dengan kopi dan gula yang langsung dicampur maka bubuk kopi akan timbul kepermukaan air. Jadi kopi agak sedikit lama untuk dinikmati.

Hati-hati dengan penambahan gula jika gulanya terlalu sedikit alhasil (kadang) kopinya jadi asam.

Sekian.

Kopi itam




Alat Ukur Besarnya Cinta ?

"Seberapa besar sih cinta sama dia"


Alkisah disuatu pesta pernikahan teman SMA dahulu. Bertemulah teman-teman SMA yang sudah tidak lama bertemu. Mereka masing masing membawa gandengan masing-masing. ada yang sudah punya kebahagian dari si kecil, ada juga yang baru jadian, kena pajak jadian, dan ada juga yang baru kena pajak jomblo.

Ada juga yang masih mengejar cinta lama yang belum usai.

Bertanyalah salah satu teman kepada si jomblo yang masih mengejar pujaan hatinya itu.

"Seberapa besar cintamu kepadanya"

Suasana tiba-tiba hening, petir menyambar, hujan topan badai datang dalam benak si jomblo. berkatalah teman si jomblo "bagaimana cintamu dengan pacar barumu itu, seberapa besar".

Klise memang, sebuah pertanyaan yang dikembalikan lagi kepada yang bertanya. Adakah mereka dapat menjawabnya.

Terlihat mereka seperti diskusi satu sama lain. Akhirnya si jomblo pun dapat menjawabnya.

Untuk dapat mendapatkan besarnya sesuatu diperlukannya alat ukur. Ada tujuah alat ukur dengan satuannya yaitu Panjang, Massa, Waktu, Suhu, Arus Listrik, Intensitas Cahaya dan Jumlah Molekul.
Cinta diukur dari satuan panjang(meter)
Bagaimana besarnya cinta diukur dengan meter, apakah yang diukur panjang jarak cintanya, tinggi cintanya, luas cintanya tapi mana mungkin bentuk nyata yang bisa diukur menggunakan meteran.

Cinta diukur dari satuan massa(kilogram)
Seakan-akan cinta dapat diketahui beratnya. apa yang dihitung bibit, bebet, bobotnya kah?

Cinta diukur dengan waktu(second)
Jika cinta diukur dengan waktu. Si jomblo sejenak terdiam, jika dihitung memang lama juga dia berjuang. Tapi jikapun diukur dengan waktu adakah kesan yang didapatkan jika seseorang mencintai diam-diam.

Dan jika cinta diukur dengan suhu, arus listrik, dan intensitas cahaya kalian cari aja sendiri. Kata si jomblo.

Untuk memperjelas semuanya, mungkin pepatah lama ini dapat membatu mengukur besarnya cinta.
Masih ingatkan dengan pepatah ini 

 "dalamnya laut bisa diukur dalamnya hati siapa yang tau"

Akhirnya si jomblo pun dapat membalikan ke adaan.

Satuan Internasional



Mengapa Polisi istrinya Perawat?

Kamu iri ya..


"mengapa tentara/polisi istrinya perawat/bidan."

Kita tau, Tidak semuanya polisi/tentara pasangannya perawat/bidan. Namun memang itu kenyataannya dan bukan jadi rahasia umum lagi. wess

Saya masih ingat teman SMA saya dulu. Sebelum dia jadi tentara, dia bilang, dia mau istrinya nanti profesinya perawat atau bidan. Memang benar, ternyata calon istrinya sekarang profesinya bidan. 

Tapi saya tidak pernah tau alasan teman saya. Motifnya itu apa?

Jika dilihat dari polisi atau tentara jelas sekali kalau mereka punya bibit bebet dan bobotnya terjamin. Dari seleksi pertama kali masuk saja sudah jelas ketat sekali. Dan mereka para putra daerah yang lulus akan berhak melanjutkan pendidikan dan mengikuti ikatan dinas. 

Hingga akhirnya melaksanakan tugas "Melindung mengayomi dan melayani masyarakat" begitu motto polisi. Begitu juga TNI. Indonesia harga mati.

Wanita mana yang mau nolak. Dangan masa depan yang jelas.
 Sedangkan perawat atau bidan jelas donk, merawat pasien aja bisa. Apalagi cuma merawat masnya yang kecapean. Saya juga donk mbak. Ini hati saya juga sudah gawat darurat.

Tapi memang ndak semuanya. Contoh yang pernah saya lihat. Ada juga pasangan yang suaminya miara sapi dan istrinya perawat. Ada juga suaminya jualan pentolan istrinya bidan.

Jadi saya gak tau kenapa polisi pasangannya perawat. Atau tentara pasangannya bidan. Yang pasti kita juga gak tau bagaiman awal perjalanan bunga-bunga bermekaran dihati mereka.


Kalau gak bisa dapat perawat atau bidannya kenapa gak ngincar dokternya. Kalau bisa spesialis anestesi.

Suka Duka Merangkai Kata

Merangkai Kata

Pasti hal pertama dirasakan susahnya untuk memulai sebuah tulisan adalah menulis kata pembuka. Idenya ada, tapi bingung mau memulainya dari mana. Basa-basi dulu, abis itu ke pokok permasalahan, baru penutup. Ada juga kata pembuka yang berisikan inti dari pembahasan sekaligus menampilkan quote-nya. Ada juga yang tiba-tiba langsung "Sekian, Terima Kasih".

Dari pertama kali ngeblog pada tahun 2010 sampai sekarang(2015). Masih saja diriku memikirkan hal itu. Bahkan kata pembuka dari kata pertamanya saja mikirnya sampai berjam-jam. Kata-kata pembuka itu kayak menari-nari di dalam kepala, hingga terlelap dalam lamunan, lalu sadar belum melakukan apa-apa, tapi hati tertinggal disana. Bisa bayangkan. *Enggak*

Entah dimananya susah, misalnya yang mau kita tuliska adalah "Cinta". Bisa saja dimaluai dari kata Aku", dan kata berikutnya "Cinta" yang kita telah lalui dari membaca hati kita masing-masing.  Nah setelah itu adalah penutup yang akan mengakhiri sebuah cerita dan berhenti di "Kamu". Tapi cobalah untuk merangkai hingga menjadi "aku ingin mengatakan rasa ini kepada kamu bahwa..." tolong ini jangan disalah artikan tapi coba diresapi... lah.

Ketik atau nulis sambil edit. Nah itu sering tuh. Kayak orang mau nambahin pulsa listrik dirumah tapi dengan nomor yang udah kepakai. Masukan nomornya, terus salah, hapus lagi, coba lagi yang lain, salah lagi trus gitu sampai koinnya di museumkan. Sama kayak nulis diblogkan, baru satu kalimat, kayaknya ndak bagus, trus hapus. tulis lagi, gitu lagi.

Biasanya kita takut salah atau bahkan disalah artikan. Belum lagi salah menggunakan kata-kata yang kurang tepat. Seperti menggunakan kata yang semestinya ada di toilet dan digunakan untuk menuliskan sesuatu. Sekarang sadar, banyak hal yang dapat diterwakan selain menggunakan kata-kata seperti itu. Mestinya letakanlah pada tempatnya karena kita percaya pada pembaca itu baik hatinya.

Guruku pernah bilang dalam belajar, salah itu biasa. Kitapun mencoba kesalahan itu seakan sengaja khilaf. Akibatnya kesalahan yang dimaafkan tak dapat dilupakan, dapat dilupakan namun tak dapat diperbaiki hingga benar-benar tak dapat dimaafkan. padahal kesalahan bukan terjadi pada niat pelakunya tapi karna keterbatasan dan membataskan(dan ini jadi pembenaran). Hohoho

Jika kita sudah memulai jangan sampai berhenti. Berabad-abad baru kita ingin menyelesaikan tulisan yang tak sampai 300 karakter itu. Ketika kita sudah memulai lagi biasanya kita sering terganggu dengan hal-hal lain. Listrik padam, paket habis, paketnya ada laptopnya rusak. dan belum lagi masalah lainnya. dan berhari-hari di biarkan terlantar. Sekalinya ingin menyelesaikan sebuah tulisan yang utuh, jadi bingung dengan alurnya, ya mau dimulai dari mana lagi.

Disini kita ngalamin sindrom pemuja rahasia, blognya cuma diperhatikan saja, cuma diliatin saja. Kan salah tu sebenarnya. harusnya sampaikan, tuliskan, bukan memperhatikan seharusnya perhatian, karna perhatian itu adalah sifat dasarnya memberi tak harap kembali bagai sang surya menyinari dunia.

Ada lagi, ini masalah yang paling krusial. sampai pada akhirnya kita niat banget merangkai kata..
ternyata ada tulisan yang mirip dengan ide yang akan kita tuliskan. kalau diumpamakan, kita bagaikan ditikung oleh waktu. masih enakkan ditikung teman. masih bisa marah-marah sama teman. Tapi kalau terjebak pada waktu, mau marah sama siapa? sama Tuhan. Enggak.

Sama kayak sebuah tulisan. Ketika tulisan kita di jiplak blogger lain trus dipencarian ratingnya tinggi.
ya kita mau komplen, bisa langsung sama blog yang bersangkutan. Tetapi kalau ada tulisan yang kita pikir ini sama seperti ide yang ingin kita tuliskan. baru nunjuk-nunjuk. itu ide gueh tu
ah gue telat. Mungkinkah dia yang nyuri ide kita. disitu kita mencoba tegar.

Sukanya cuma satu. Ketika tulisan kita diapresiasikan. Tulisan kita dikomentari, dan berbalas-balasan disitu hati kita seakan bertaburan bunga-bunga. ndak gitu juga~
Tapi kalau mau dapat koment yang banyak itu waktu kita konsultasi tugas akhir atau skripsi. Beh, itu bener2 dihayati, diresapi dan dinikmati setelah kita dinyatakan lulus pada sidang skripsi dan menagisi rasanya jadi pengangguran di negeri ini.

Satu lagi rasa sukanya yaitu kopdar dengan para blogger (twitter juga mikro blog). Kita akan berbagi mengenai suka duka merangkai kata. Gak mesti dicafe atau tempat kuliner lainya. Mungkin bisa di taman bacaan, perpustakaan atau di toko buku.

Adakah teman-teman punya cerita yang lain ketika suka dukanya merangkai kata. Kalau ada bisa tuliskan dikolom komentar.

Mungkin kalau ceritanya sama, kalian akan mengangguk-angguk sambil berseru syalala dudu dudu dudu~

GEA Omegle-an


Sebelum kita ngomongin tentang omegel kita ngomongin dulu jaman chatting pakai Mirc.

Jaman smp-sma dulu chattingnya pakai MIRC. YEAH, kalau sapaan pertama itu pakai singkatan ASL (Age, Sex and Location) dan jawabnya juga disingkat-singkat kayak gini -> 15, M, Ptk. Waktu itu buat username-nya juga pake huruf besar kecil, besar kecil yang anak gaul jaman sekarang bilangnya ALAY padahal itukan seni terindah yang pernah diciptakan manusia. Tulisan Alay itu bisa dibilang kriptografi yaitu sebuah pesan rahasia yang dapat diketahui hanya si penerimanya saja. Wajar kita orang awam bingung bacanya.

Waktu itu sekitar tahun 2010 atau 2011 GEA masing-masing punya laptop baru. Yak kita pada ngeinstall camfrog. Nama akun kita bertiga tak jauh dari kata biji seperti biji nangka , biji durian sampai biji meletop. Niat awalnya bagus, cari teman diluar pulau kalimantan. Tapi apa faedahnya kita semua terjerumus pada ketikan "show show" yak tak lama chatting itu pun kami hujat-hujat.

Si Efnu punya bahan baru, yaitu dia memperkenalkan kami pada Omegel. Sebuah Video Chat yang mencari teman secara rendom. Bisa ngomong langsung dan juga bisa textingan langsung.

Kami setuju, Efnu yang mulai mempraktekkan aplikasi browser tersebut. Kenapa Efnu, karena dia ganteng. Kenapa bukan Gilang. Satu, pertama oranya memang sedikit elegan atau anggun. Kedua, Pasti dia gak mau.

Sebenarnya kalau aku yang video chat sama orang2 yang belum dikenal diriku akan merasa bersalah. Takut orang yang kuhadapi nanti takabur dan dirikupun berprasangka buruk. Jika mereka lihat wajahku maka berberapa detik langsung di-skip(next). Mungkin mereka sok kecakepan dan diriku mikir jeleknya gitu.

Random pertama, ketemu cowok, skip. yang kita cari cewek-ceweklah. Ketemu cewek, eh dianya yang skip kita. Tiba-tiba ketemu batang sungai hanyut. Ini maksudnya apa batang-batang diperlihatkan. Hal tabuh ini tak layak diperbincangkan. Dengan harga diri yang tinggi kami mengecam Omegel situs yang tidak berpribatangan. Emang, kami ini cowok apakah.

Namun rasa penasaran kami gak berhenti sampai disitu. Hingga kami bertemu cewek bule. "hi" "your name?" adalah kata untuk memulai percakapan kami. Kami bertigapun menatap layar laptop sambil mandang cewek cakep.

Si G tugasnya jadi juru bica dan kebanyakan yang cas cus cas cus itu si G dan E. Diriku cuma jadi backsound dengan metik gitar yang lumayan gak kedengaran.

Saat mereka lagi ngobrol-ngobrol gitu kata Si G diriku disuruh nyanyi pake gitar yang kutimang-timang sedari tadi. Diriku bingunglah mau bawa lagu apa. Saran si G bawain lagu yang barusan kupelajari yaitu Across The Universe dari The Beatles.

Petikan kumulai dari chord D padahal suara sama nadanya gak klop, hajar sajalah. Ketika bait pertama dari lagu itu "Words are flowing out like endless rain into a paper cup" itu ngulangnya ada sampai tiga kali. Dan mereka cuma nyengar-nyengir aja. Bait-bait berikutnya pun dilanjutkankan dengan alakadarnya. itu suara benar-benar kemana-mana, jariku metik senarnya patah-patah dan vokalnya minggat entah kemana. Setelah diriku ingat-ingat sekarang. Wajar itu bule gak tau lagu apa yang kunyanyikan.


Hobi dan Kerja


Sebelum sidang skripsi kemarin, tepatnya waktu bab 1 skripsi ku di kerjakan. Efnu bilang "hebat kalau bisa nonton One Piece habis dalam satu hari".

Di Warung Kopi.

Seruputan kopi pertama untuk memulai cerita anime jepang itu. Efnu bercerita tentang keunggulan film one piece dengan film anime lainnya. Dari segi cerita, alur cerita, serta tokoh-tokoh pada anime One Piece yang diciptakan oleh Eiichiro Oda.

One Piece menceritakan sekelompok bajak laut yang yang dipimpin Monkey D. Luffy si topi jerami dan teman-temannya untuk mencari harta karun legendaris "One Piece".

Pengen rasanya pesan kopi lagi, karena tak sengaja Aku menelan ampas kopi.

Sudah tengah malam kami masih menceritakan episode-episode anime itu.

Segala macam kami ceritakan hingga dari kisah Ace(saudara Luffy) yang mati dihadapan Luffy yang sangat menyedihkan. Kapten Buggy yang selalu beruntung menjadi anggota Shichibukai. Hingga berpendapat kalau raja bajak laut Gold D. Roger punya kekuatan buah iblis seperti Luffy yaitu manusia karet.

Hingga kami akan segera pulang. .

Memang seru nonton one piece, Aku nonton dari pagi sampai jejak ke pagi, istirahat cuma ke wc, makan di depan lapton, tidurpun karena ketiduran.

Efnu juga membenarkan karena dulu, dia juga begitu. Tapi sekarang semenjak sudah kerja, pulang malam, baring lalu ketiduran, malas nonton, males ngeblog, ngumpul bareng pun dipaksa-paksain. Begitu percakapan kami dan tertawa.

Hahaha

Belajar Ngopi


Ini bukan pertama kalinya diriku suka dengan kopi. Tapi ini pertama kalinya diriku ingin menjadi penikmat kopi bahkan ingin menjadi pecinta kopi.

Jalan sungai raya dalam tepatnya di jc-cafe menjadi tempat ngumpulnya GEA (artikel GEA). Malam ini aku dan efnu yang hadir dan gilang tidak dapat hadir karena dapat tugas lembur dari kantornya. Seperti biasa, di cafe itu kita main catur dan memesan kopi. Ketika kami memesan kopi aku meminta untuk tidak pakai gula. Bang Efnu meragukan aku dengan bertanya "yakin?". Bersemangat aku meyakinkan beliau bahwa diriku ingin menjadi penikmat kopi.

Ide untuk minum kopi tanpa campur pemanis itu aku dapatkan dari teman kuliahku. Setelah kami nonton di youtube tentang coffee story yang di adakan kompas tv, teman kuliahku bilang penikmat kopi ataupun pecinta kopi sejati itu minumnya tanpa campur gula. Kita pikir itu pasti pahit tapi begitulah mereka katakan dengan selera dengan cita rasa yang alami dari kopi.

 begitu juga dengan selera bang Efnu. Beliau lebih memilih kopi bubuk dibandingkan kopi yang sudah disaring. Katanya kopi saring itu terlalu asam. Bandingkan dengan kopi bubuk, rasa pahit dan asamnya itu cukup pas untuk dilidah kita.

Sebagai pemula dalam penikmat kopi aku ikut-ikut saja. Syukurlah, temanku itu tidak jahil. Jika mereka mengerti aku itu orangnya suka ngekor saja. Maka air parit yang hitamnya sama pekat seperti kopi yang disuguhkan kepadaku, sudah pasti kuminum air parit itu.

Pada dasarnya kopi bubuk yang selalu menemaniku di pagi hari. Kopi juga yang menemaniku dimalam hari saat sedang mengerjakan revisi skripsi. Itu adalah sedikit cerita mengapa aku terbiasa dengan kopi.

Kembali ke eksperimen kopi tanpa gula bersama efnu di cafe. Baru saja pion putih melangkah kopi hitam kami sudah sampai di meja. Sebelum mencoba aku sering menghirup aroma kopi. Tibalah waktunya mencoba. Untuk dapat merasakan kopi, biarkan seruputan pertama berada pada mulut kita dalam waktu tiga sampai lima detik agar lidah kita dapat bekerja secara maksimal, kalau gak salah begitu kata Adi Taroepratjeka. Kalian tau rasanya? ya, pahit men.

Aku tidak tahu ini jenis kopi apa. Pelayan cafe itu juga tidak mengerti tentang kopi apa yang disediakan di cafenya. Jenis arabika atau robusta atau campuran keduanya. Aku pun belum dapat membedakannya. Namun yang jelas kopi yang ada dihadapanku itu bubuknya lebih halus sebelum kami aduk.

Sambil main catur dengan posisi putih sedikit lebih unggul. Kopi tadipun semakin dingin, mungkin ini karena cuaca malam di kubu raya yang sepertinya mau hujan tapi ndak jadi hujan. Ketika kopi itu mulai dingin, rasa dari asam kopi itu mulai lebih terasa. Bayangkan rasa asam yang mulai meningkat sedangkan rasa pahitnya juga gak kalah hebatnya. Mungkin rasa itu juga bisa war ya. (sama kaya rasa friendzone yang dulunya sering perang, asem, pait men)

Walaupun pahit tetapi bawaanya segar. Semangat, tapi ndak tau ini semangat positif atau negatif. Jikapun itu negatif mungkin semangat itu karena penyesalan.

Jadi dapat disarankan untuk menikmati kopi tanpa gula seharusnya jangan langsung menghilangkan pemanis rasa. Lebih baik takaran gulanya dikurangi saja, Satu lagi, pastikan sudah makan. Karena ketika mencoba ide ini aku cuma makan roti dan pastinya itu tidak kenyang bagi orang yang baru pulang kerja. Sungguh menyiksa diri.

Begitulah, tujuannya adalah ingin menjadi penikmat kopi dan pencinta kopi yang dapat merasakan nikmatnya kopi alami.