GEA Omegle-an


Sebelum kita ngomongin tentang omegel kita ngomongin dulu jaman chatting pakai Mirc.

Jaman smp-sma dulu chattingnya pakai MIRC. YEAH, kalau sapaan pertama itu pakai singkatan ASL (Age, Sex and Location) dan jawabnya juga disingkat-singkat kayak gini -> 15, M, Ptk. Waktu itu buat username-nya juga pake huruf besar kecil, besar kecil yang anak gaul jaman sekarang bilangnya ALAY padahal itukan seni terindah yang pernah diciptakan manusia. Tulisan Alay itu bisa dibilang kriptografi yaitu sebuah pesan rahasia yang dapat diketahui hanya si penerimanya saja. Wajar kita orang awam bingung bacanya.

Waktu itu sekitar tahun 2010 atau 2011 GEA masing-masing punya laptop baru. Yak kita pada ngeinstall camfrog. Nama akun kita bertiga tak jauh dari kata biji seperti biji nangka , biji durian sampai biji meletop. Niat awalnya bagus, cari teman diluar pulau kalimantan. Tapi apa faedahnya kita semua terjerumus pada ketikan "show show" yak tak lama chatting itu pun kami hujat-hujat.

Si Efnu punya bahan baru, yaitu dia memperkenalkan kami pada Omegel. Sebuah Video Chat yang mencari teman secara rendom. Bisa ngomong langsung dan juga bisa textingan langsung.

Kami setuju, Efnu yang mulai mempraktekkan aplikasi browser tersebut. Kenapa Efnu, karena dia ganteng. Kenapa bukan Gilang. Satu, pertama oranya memang sedikit elegan atau anggun. Kedua, Pasti dia gak mau.

Sebenarnya kalau aku yang video chat sama orang2 yang belum dikenal diriku akan merasa bersalah. Takut orang yang kuhadapi nanti takabur dan dirikupun berprasangka buruk. Jika mereka lihat wajahku maka berberapa detik langsung di-skip(next). Mungkin mereka sok kecakepan dan diriku mikir jeleknya gitu.

Random pertama, ketemu cowok, skip. yang kita cari cewek-ceweklah. Ketemu cewek, eh dianya yang skip kita. Tiba-tiba ketemu batang sungai hanyut. Ini maksudnya apa batang-batang diperlihatkan. Hal tabuh ini tak layak diperbincangkan. Dengan harga diri yang tinggi kami mengecam Omegel situs yang tidak berpribatangan. Emang, kami ini cowok apakah.

Namun rasa penasaran kami gak berhenti sampai disitu. Hingga kami bertemu cewek bule. "hi" "your name?" adalah kata untuk memulai percakapan kami. Kami bertigapun menatap layar laptop sambil mandang cewek cakep.

Si G tugasnya jadi juru bica dan kebanyakan yang cas cus cas cus itu si G dan E. Diriku cuma jadi backsound dengan metik gitar yang lumayan gak kedengaran.

Saat mereka lagi ngobrol-ngobrol gitu kata Si G diriku disuruh nyanyi pake gitar yang kutimang-timang sedari tadi. Diriku bingunglah mau bawa lagu apa. Saran si G bawain lagu yang barusan kupelajari yaitu Across The Universe dari The Beatles.

Petikan kumulai dari chord D padahal suara sama nadanya gak klop, hajar sajalah. Ketika bait pertama dari lagu itu "Words are flowing out like endless rain into a paper cup" itu ngulangnya ada sampai tiga kali. Dan mereka cuma nyengar-nyengir aja. Bait-bait berikutnya pun dilanjutkankan dengan alakadarnya. itu suara benar-benar kemana-mana, jariku metik senarnya patah-patah dan vokalnya minggat entah kemana. Setelah diriku ingat-ingat sekarang. Wajar itu bule gak tau lagu apa yang kunyanyikan.


1 comment:

  1. Kamu bilang aku "ganteng" ya, mas Agus ?
    Ahak ahak.
    Aku jadi takut sama kamu :(

    ReplyDelete

Satu hal yang anda sering dilupakan "komentar"