IPK Tidak Menentukan Kesuksesan Seseorang

Sungguh sia-sia yang mengejar IPK


Ada yang bilang IPK bukan menentukan Kesuksesan seseorang.

Kembali ke mahasiswanya lagi. Ada beberapa tipe mahasiswa. Mahasiswa yang berpikir IPK bukanlah segalanya. Sebagaian lagi biasa aja. Sebagian lagi yang memilih prestasi akademi.

Sudah pasti mereka yang memilih prestasi dalam bidang akademi tidak masuk dalam tipe mahasiswa dengan ciri-ciri sebelumnya. Mahasiswa yang mempunyai IPK tinggi bahkan sampai perfect 4,00 mempunyai jiwa kompetisi yang tinggi. Menjadi yang terdepan. Bukan berarti mereka dengan ciri-ciri "IPK bukanlah segalanya" adalah orang yang tidak memiliki jiwa kompetisi yang tinggi. Namun mereka memilih kompetisi diluar akademi. Mereka lebih memilih kegiatan-kegiatan yang ada diluar. Sehingga mereka tidak terlalu memperdulikan nilai akademik.

Ciri-ciri "IPK bukanlah segalanya" sudah tau akan batas kemampuannya. Makanya mereka memilih kegiatan yang sesuai "Passion" mereka. Seperti ikut kompetisi solo vokal, band, seni tari, menulis bahkan bisnis. Mereka berhasil dalam bidangnya masing-masing.

Keberhasilan seseorang akan ditentukan oleh orang itu sendiri. Bukan orang lain yang menentukan. Bukankah begitu.

Namun ini yang saya rasakan saat wisuda. Mereka yang punya nilai tinggi atau cumlaude dipanggil satu persatu untuk maju kedepan dan diberi penghargaan. Itu adalah bentuk apresiasi karena telah bekerja keras untuk mendapatkan hasil yang memuaskan. 

Jadi bentuk kesuksesan seseorang memanglah bukan dari IPK. Namun IPK dapat menjadi patokan dalam kerja keras seseorang.

2 comments:

Satu hal yang anda sering dilupakan "komentar"