Showing posts with label gantung. Show all posts
Showing posts with label gantung. Show all posts

idenya gak ada ide

Ide itu seperti parfum jika tidak ditutup atau tidak dijaga dengan benar maka bisa menguap. Kurang lebih kayak cinta-lah.



Ada apa dengan parfum. Ada yang salah dengan tukang parfum. terus ada apa dengan cinta. ada yang salah dengan cinta? atau tukang parfum punya cinta yang dijaga. Sehingga keharuman cintanya akan dikeluarkan pada waktunya. Inikan kurang lebihnya kayak cinta. Sekali lagi kurang lebih loh. Seketika tukang parfum update twitter #NowPlaying Diam-diam suka. (Suara gemuruh penonton dari tribun.. Curhat.. curhat.. )

Maaf yang sudah sampai ke sini. Gak ada ide untuk menulis. Bukan karna gak ada ide. idenya udah dapat tapi lupa. Bohong sekalikan kalau tidak punya ide. Inilah akibat gak pandai nyimpan ide. Ketika idenya dapat. Hapenya kemana. waktu hapenya ada. idenya hilang entah kemana. Mau itu ide untuk usaha, ide untuk outline skrpsi dan lainya. Semuanya perlu di simpan dan ditulis agar tidak lupa. 

Setiap orang pasti memilik ide masing-masing. Entah itu ide gila atau ide waras yang artinya sewajarnya saja. Namanya juga ide tidak ada yang membatasi. Sama kayak cinta dan perasaan kali ya. Ide gila itu perasaannya dan ide waras itu logikanya. (Satu persatu alas sepatu mulai memenuhi panggung dan terdengar suara.. bosan....bosan.. iya ini selesai)

Terima Kasih Daun Keladi.
Sekian. Besok Datang Lagi.

Nanggung

Nanggung itu yang biasa anak band bilangkan. "Yok Nanggung bareng band gueh". Itu Manggung bro. Trus kalo nanggung apa? Ini yang anak2 muda biasa katakan. Contoh kalimat anak muda biasanya "Kita harus nanggung derita bersama". Mungkin itu sengaja di plesetkan, sebenarnya tanggung jadinya nanggung. Atau gue aja yang mengada-ada. Perasaan sih gitu. <---Nah loh pake perasaan.

Tapi ada kalimat seperti ini, dari anak muda lagi "Nanggung mau tidur besok jam 7 kuliah lagi". Jadi bisa di artikan sesuatu yang bersisa, sisa sedikit lagi biar gak mubajir gitu. Mungkinkan. Kalau anak-anak melayu pontianak biasa bilang nanggung itu alang-alang.

Karna gue anak muda dan dari melayu pontianak makanya buat postingan ini. Karna alang-alang atau nanggung biar postingan bulan ini sampai tujuh dan untuk penutupan bulan september ini.

Gak penting.

September End.

Warnet

Sore minggu. Hari yang indah untuk mengakhiri liburan. Ah. Kangen. Kangen sama aktifitas yang dulu sering dilakukan. Nge-net alias main di warung internet. Apa yang dilakukan. Maen layangan. gaklah. ngapain ya.

Bingung juga. Tapi lumayan termenung waktu nyampai. Datang dengan muka ganteng polos. Melihat komputer-komputer berjejeran di tengah-tengah ruangan. langsung duduk. Langsung megang sesuatu yang orang Indonesia artikan tikus. Dengan memandang billing dengan wallpaper lumba-lumba. Memasukkan nama di penghitung waktu(billing) dengan nama "AGOS". Hoho serasa di beberapa tahun lalu. dari pertama datang baru dua orang yang main. Setengah jam kemudian. Hanya aku sendiri yang tesisa. Sedangkan opertornya didepan. Lima belas menit kemudian. Datang satu orang yang sedang sibuk dengan tugas kuliahnya. Aku masih asik ngebaca TL twitter sendiri. Setengah jam kemudian. Datang lagi sepasang kekasih yang asik-asiknya pacaran diwarnet. Sungguh galaunya hati. Masih tersisa tujuh PC yang belum digunakan. 

Disinilah terlihat jelas berbeda antara dulu dan sekarang. Kemana warnetku yang dulu.(jiah) Tempat makan tidur. Ngerjain kawan dengan buat blog pribadi khusus hanya untuk mengisikan aib teman hanya untuk keisengan semata. Ya, sebenarnya dari dulu udah punya blog, sebelum blogger di akuisisi oleh google, dan menggunakan email yahoo. Dan itu juga tempatnya nyari pacar. Dulu itu jamannya friendster, kenalanya disitu, ketemunya di warnet. hahaha. Semuanya penuh dengan orang-orang yang sedang membutuhkan. Memerlukan internet untuk tugas negara, pekerjaan sambilan bahkan digunakan untuk refleksi. Pokonya ramai.

Wajar. Dulu -sebelum negara api menyerang- itu baru-baru ngeboomingnya internet dengan desktop. Sedangkan perkembangan teknologi berubah dengan hitungan detik. Sekarang mengakses email, jejaring sosial hanya dengan satu tangan. Seolah-olah kita dapat menggenggam dunia. Seperti bukan seolah olah lagi melainkan. "Dunia dalam genggaman kita". hahaha.

Bayangkan sepuluh tahun lagi. Ah lima tahun lagi. Beda dengan  warnet yang isinya untuk gamer. Akan tetapi sama aja. Mungkin semuanya bisa dilakukan dirumah. Ya itu. Tukang warnetnya mau dikemanakan. Apa gak bangkrut tuh warnet kipas angin hidup terus, sudah pasti tagihan listrik jalan terus. Sedangkan yang main hanya satu atau dua orang. 

Siapa yang mau disalahkan. Dunia. gak lah. Apa tukang warnetnya. Bisa jadi. yang jelas dimasa mendatang gak ada lagi profesi sebagari Operator Warung Internet. ya profesi, kau datang disambut dengan senyuman. Saat kau keliru, sebisa mungkin ia membantu. Menjaga kerahasiaan jika kau lupa sesuatu. Kembali tersenyum disaat kau pergi meninggalkan itu.

Rp. 500,-

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawan,” Sukarno

Penerus bangsa yang berbakti kepada orang tua sudah seharusnya menghargai jasa-jasa pahlawan kita. Bukan memasang nomor cantik(10/11/12) ke togel melaikan mengisi kemerdekaan. Generasi muda, mengisi kemerdekaan itu dengan positif bukan dengan mengomentari boyband. Ya, bukan sekedar mengomentari hal-hal yang tidak penting atau hanya bisa membuat lawakan di depan mic. 

Salah satu cara negara kita untuk mengenang pahlawan dengan mengabadikannya di pecahan mata uang kertas. Semua terlihat gagah. Namun dibalik semua itu ada satu lembar pecahan 500 rupiah yang bergambar, maaf -orang utan-. 


Selamat Hari Pahlawan 10/11/12